Salat Istisqa Digelar di Tengah Kabut Asap, Kapolda Kalsel Ajak Masyarakat Bersama Hadapi Kemarau

Terkini 19 Aug 2026 08:37 • 3 min read • 159 views • By Intan

Share berita ini

Salat Istisqa Digelar di Tengah Kabut Asap, Kapolda Kalsel Ajak Masyarakat Bersama Hadapi Kemarau
Kegiatan Salat Istisqa dan doa bersama, di tengah Tengah kabut asap yang melanda Kota Banjarbaru.

Banjarbaru, Mataborneo.online - Di tengah kondisi kemarau dan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Banjarbaru, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bersama jajaran Polres, Forkopimda, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga menggelar Salat Istisqa dan doa bersama di Lapangan Mako Brimob Polda Kalsel, Rabu (19/8/2026) pagi.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.30 WITA tersebut menjadi bentuk ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT agar kemarau panjang segera berakhir dan hujan diturunkan bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, Salat Istisqa merupakan momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memanjatkan doa agar wilayah Kalimantan Selatan segera mendapatkan curahan hujan.


“Tujuan dilaksanakan Salat Istisqa ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon agar diturunkan hujan,” ujarnya.


Salat Istisqa tersebut diikuti sekitar 7.000 peserta. Sekitar 2.000 orang berasal dari lingkungan Polda Kalsel, 4.000 peserta dari Polres jajaran, serta sekitar 1.000 orang dari unsur Forkopimda provinsi maupun kabupaten/kota, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat.


Kapolda menyebut kondisi kemarau yang terjadi saat ini telah memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Selain menyebabkan kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air, kondisi tersebut juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.


“Seperti yang pagi ini kita rasakan, terjadi beberapa titik kebakaran lahan dan hutan yang juga berdampak pada kehidupan masyarakat dan menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari meningkatnya potensi gangguan kesehatan, ketersediaan air, hingga berdampak pada sektor pertanian dan peternakan,” tuturnya.


Menurut Rosyanto, berbagai langkah penanganan telah dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, peralatan serta kemampuan yang dimiliki. Namun, segala upaya tersebut tetap memiliki keterbatasan sehingga harus dibarengi dengan doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.


“Kita tidak boleh lupa dan tidak boleh lepas dari ikhtiar, baik ikhtiar maupun memohon doa kepada Allah SWT agar kemarau panjang ini dapat segera berakhir dan dapat kita atasi,” terangnya.


Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran Polda Kalsel untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama membantu warga yang terdampak kekeringan, menjaga ketersediaan air, mengantisipasi karhutla, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.


Momentum Salat Istisqa, lanjutnya, juga harus menjadi sarana introspeksi bersama. Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, tidak membuang sampah sembarangan, menghemat penggunaan air, serta menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia.


“Kita memohon agar Allah SWT memberikan rahmat dan pertolongannya kepada kita semua. Semoga hujan yang turun nantinya dapat memberikan kesejukan, menghidupkan kembali tanah-tanah yang kering, memenuhi sumber-sumber air, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.


Melalui Salat Istisqa dan doa bersama tersebut, Polda Kalsel berharap hujan yang turun nantinya menjadi hujan yang berkah dan bermanfaat, menyuburkan tanah, memenuhi kebutuhan air masyarakat, serta membantu mengurangi dampak kemarau dan berbagai bencana yang ditimbulkannya.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau, termasuk meningkatkan kepedulian dan gotong royong dalam mencegah serta menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Mata Borneo